Ini Permintaan Bupati Samosir kepada Raja Belanda

Share this:
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti diulosi saat menginjakkan kaki ke Tanah Batak.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan bahwa kunjungan Raja Belanda diyakini memberikan banyak manfaat untuk Kabupaten Samosir. “Akan banyak wartawan dalam negeri dan wartawan luar negeri yang meliput kunjungan Yang Mulia Raja Belanda Willem-Alexander ke Samosir, sehingga dunia, khususnya negara-negara di Eropa akan mengetahui dan mengenal Samosir,” ujarnya.

BACA: Wow! TV Rusia Liput Cara Memasak Naniura dan Ombus-ombus di Samosir

Pada kesempatan itu, Rapidin juga meminta agar Belanda mengembalikan artefak-artefak yang dibawa ketika terjadi penjajahan di masa silam.

“Ada artefak-artefak dari Samosir yang merupakan peninggalan sejarah yang dibawa ke Belanda pada masa penjajahan. Kami berupaya membawa pulang artefak-artefak itu,” ujarnya.

Rapidin juga berharap Raja Belanda tertarik membangun museumnya di Samosir yang nantinya bisa dikunjungi wisatawan.

Sementara, Ratna Gultom yang merupakan tuan rumah di Ecovillage Silimalombu mengaku senang atas kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke kampungnya. Ratna mengatakan, Raja dan Ratu Belanda banyak bertanya kepadanya bagaimana cara warga dalam mengelola eceng gondok. Katanya, Ratu bercerita bahwa di sebuah negara, eceng gondok menutupi satu danau dan itu sangat membahayakan.

Masih di Silimalombu, Ratna Gultom juga menjamu Raja dan Ratu Belanda dengan wine hasil fermentasi buah mangga. Dia juga menunjukkan minyak kemiri yang telah diolah yang berkhasiat untuk menyuburkan rambut serta dapat diolah menjadi hand body.

BACA: Peringatan Hari Kopi Internasional: Ayo Perkenalkan Kopi Samosir kepada Dunia!

Momen tersebut pun dimanfaatkan Ratna untuk meminta bantuan Raja Belanda agar bersedia membantu mendistribusikan produk wine, minyak kemiri, sorgum dan kulit manis olahan masyarakat Silimalombu.

Share this: