Unik! Pohon Kurma Tumbuh di Bumi Tapsel, Sudah Berusia 30 Tahun

Share this:
BMG-ANWAR SHALEH
Pohon kurma yang tumbuh dan berbuah di Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapsel.

TAPSEL, BENTENGTAPANULI.com – Bila lazimnya pohon kurma tumbuh dan berkembang di gurun pasir bercuaca panas, tapi berbeda dengan dengan pohon kurma yang satu ini. Ya, pohon kurma setinggi lima meter ini tumbuh di Tapanuli Selatan (Tapsel). Berdiameter sekira 80 cm, pohon ini tampak kokoh berdiri, tepatnya di Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapsel.

Ternyata, pohon kurma tersebut sudah kali keempat berbuah dalam rentang tahun berturut-turut, dengan besaran buah lebih kurang mencapai sebesar ibu jari tangan orang dewasa. Kulit buah berwarna kuning dan sudah berusia 30 tahun.

BACA: MTQN ke-50 di Tapsel, Pj Gubsu: Al-Qur’an sebagai Obat Menenangkan Hati

“Ini adalah tahun keempat pohon kurma itu berbuah, semenjak saya menghuni dan menunggui rumah ini,” ujar Alamsyah kepada BENTENGTAPANULI.com, Minggu (10/2/2019).

Alamsyah merupakan kepala keluarga pengontrak rumah, tempat dimana pohon Kurma tumbuh.

Ia menceritakan, kata masyarakat setempat, sebelumnya pohon kurma yang ada di halaman rumah kontrakannya tidak pernah berbuah. Namun, entah kenapa sepanjang empat tahun semenjak ia dan keluarganya mendiami rumah, tumbuhan jenis palma ini setiap tahunnya rutin berbuah.

BACA: PLTA Batang Toru Selesai, Bakal Gairahkan Investasi Sumatera

“Selama tinggal di sini sudah tiga kali berbuah, dan tahun ini adalah kali keempat. Pertama berbuah, kami langsung menelepon dan menceritakan perihal itu ke pemilik rumah. Lucunya, responnya saat itu setengah tidak percaya namun merasa senang,” ucap Alamsyah.

Kabar berbuahnya pohon kurma pun tersebar hingga seorang ahli pertanian datang melakukan penetian. Dan, dari hasil penelitian diketahui bahwa kurma yang tumbuh ini bukanlah jenis kurma dari Timur Tengah, tapi kurma tropis yang tumbuh di India dan Thailand.

“Ini jenis kurma tropis. Kalau jenis kurma Timur Tengah takkan tumbuh di tanah Indonesia,” sebut peneliti kepada Alamsyah saat itu.

Peneliti juga mengatakan bahwa jika kurma tropis dirawat dengan baik, akan mengalami pembuahan ketika memasuki usia lima tahun.

Alamsyah menuturkan, ihwal keberadaan pohon kurma dan mempunyai buah pun merebak kesana kemari, sehingga mengundang penasaran masyarakat, baik berasal dari dan luar Tapsel untuk datang berkunjung membuktikan kebenarannya.

“Sudah banyak orang-orang yang datang kemari untuk menyaksikan langsung, apa betul pohon kurma tumbuh, berbuah dan ada di bumi Tapsel. Bahkan pada saat lebaran kemarin, halaman rumah penuh sesak oleh para pengunjung,” tandasnya.

Share this: